Langsung ke konten utama

Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Resmi Dan Bahasa Nasional. Bahasa Inggris Sebagai Bahasa Internasional. Bahasa Daerah/Lokal Sebagai Bahasa Identitas,

 

Bahasa Indonesia, Daerah, dan Inggris : Manakah yang Penting?

Bahasa merupakan jendela komunikasi manusia dalam bersosialisasi antar sesama manusia lainnya. Melalui bahasa pula, aspek-aspek kehidupan lain manusia lainnya dapat bergerak seperti berniaga, pendidikan, dan politik. Oleh karena itu, keberadaan bahasa sendiri bersifat krusial bagi negara itu sendiri.

Sebagai bangsa Indonesia, tentulah kita menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu kita. Tetapi, jauh sebelum bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa resmi negara kita, banyak sekali bahasa daerah yang lalu lalang dalam kehidupan sosial bangsa ini. Tak dapat dipungkiri, negara kita sendiri memiliki setidaknya 1.331 suku bangsa (Dikutip dari situs BPS, berdasarkan sensus penduduk pada 2010) dan dikutip dari situs Kemendikbud, Badan Bahasa Kemendikbud telah memetakan dan memverifikasi 652 bahasa daerah di Indonesia. Jumlah tersebut tidak termasuk dialek dan subdialek.

Keberadaan bahasa daerah sendiri tentu tidak boleh dilupakan begitu saja. Bahasa dearah merupakan identitas kita sebagai bangsa yang kaya akan keanekaragaman budaya. Bahasa daerah sendiri salah satu bagian dari budaya yang harus dilestarikan agar tidak mati akibat perkembangan zaman. Tanpa kita sadari, beberapa bahasa daerah di seluruh penjuru negeri ada yang hampir punah akibat berkurangnya orang yang menuturkan bahasa daerah tersebut bahkan benar – benar punah.

Belum lagi di era globalisasi sekarang ini dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, bangsa kita dipaksa untuk dapat menguasai bahasa Inggris pula sebagai bahasa internasional. Karena hal ini juga, semakin banyak bahasa serapan dari bahasa asing yang digunakan dalam kosakata bahasa Indonesia.

Dengan banyaknya bahasa yang beredar dalam kehidupan sehari-hari, mencampur-kan bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau bahasa Indonesia dengan bahasa daerahnya sudah merupakan hal yang biasa terjadi di lingkungan sekitar kita. Biasanya, hal ini terjadi karena kita kebingungan dalam mengungkapkan suatu kata yang tidak kita ketahui apa namanya sehingga menjadikan bahasa lain sebagai alternatif dalam menggantikan kata yang tidak kita


ketahui tersebut. Tuntutan pergaulan kerap kali juga mempengaruhi suatu individu agar menggunakan bahasa yang dianggap “gaul” tersebut agar dapat diterima dalam suatu kelompok.

Karena kita lebih sering berinteraksi sosial dengan teman sepantaran kita, tak ayal sering kali kita menemui penggunaan bahasa yang kurang sesuai denga situasi yang sedang terjadi. Biasanya hal ini sering terjadi di situasi yang formal seperti rapat, pidato, pertemuan, dll. Hal inilah yang harus diperbaiki terlebih dahulu sesuai dengan ketentuan KBBI agar bahasa Indonesia tidak tenggelam. Dengan itu, bila kita dalam suatu forum yang tentu menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita akan terbiasa berbicara menggunakannya di depan peserta forum tersebut. Sering mengikuti forum diskusi mengenai suatu permasalahan yang sedang naik saat itu atau menulis opini dalam suatu artikel yang dipublikasikan secara terbuka juga dapat membantu membiasakan diri menggunakan bahasa secara tepat.

Namun, agar kita juga dapat melaksanakan kegiatan sosial masing – masing, kita dapat menggunakan bahasa Indonesia yang lebih informal untuk teman sepantaran kita atau bisa juga dengan menggunakan bahasa daerah kita selama dapat dimengerti teman kita pula. Secara tak langsung, kita turut melestarikan bahasa daerah kita karena pada saat kita beinteraksi, kita jadi dapat mengingat dan mengerti bagaimana pengguanan bahasa daerah yang tepat sesuai situasi yang sedang berjalan tersebut.

Tak harus dengan teman sepantaran saja kita dapat mengusahakan pelestarian bahasa daerah kita. Kita dapat juga berkomunikasi dengan bahasa daerah kita dengan orang yang lebih tua dengan menggunakan tingkatan yang lebih sopan, seperti “Krama Inggil” bahasa Jawa dengan tingkatan sopan yang lebih tinggi. Menonton atau mengikuti kegiatan mengenai budaya sendiri juga bisa mendukung langkah kita dalam melestarikan bahasa daerah kita. Atau tak perlu jauh – jauh, kita dapat saling berlatih bertutur kata dengan orang tua kita atau bersama saudara sendiri.

Tak lupa agar kemampuan berbahasa asing kita, khususnya bahasa Inggris, juga dapat kita latih dengan masuk ke dalam forum internasional. Bisa hanya sekedar memberi komentar di media sosial, berkenalan dan berbicara langsung dengan orang asing, atau mengikuti seminar internasional. Kita dapat pula belajar bahasa asing dari apa yang kita tonton dengan cara mengambil kosa kata asing yang tidak kita ketahui dan menerjemahkan kedalam bahasa sendiri. Kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa Inggris, ini memiliki nilai lebih tersendiri. Di mata perusahaan, mereka yang fasih berbahasa Inggris memiliki nilai lebih dan lebih besar


kemungkinan diterima dalam perusahaan tersebut, apalagi perusahaan multi nasional maupun internasional.

Dengan kemampuan berbahasa Inggris akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Banyaknya produk asing yang sebagian besar bertuliskan bahasa Inggris semakin menunjukkan bahwa mau tak mau kita harus mampu menggunakan bahasa Inggris agar dapat memahami maksud dan tujuan dari produk tersebut. Bukan hanya bagi kehidupan sehari-hari, untuk kita yang sedang berada dijenjang perkuliahan, buku-buku referensi pembelajaran tak jarang lebih banyak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Dengan kita menguasai bahasa Inggris, tak sulit tentunya untuk memahami maksud dari isi buku tersebut.

Dengan berbagai argumen diatas, akan terlintas dalam pikiran kita tentang bahasa apa yang sekiranya sangat penting dikuasai, khususnya untuk para orang tua dan calon orang tua yang hendak mendidik anaknya berbahasa. Tentu saja saya akan menjawab bahasa Indonesia sebagai bahasa yang akan pertama kali saya ajarkan kepada anak saya seandainya saya menjadi orang tua dari anak saya. Bukan tanpa alasan saya memilih bahasa Indonesia sebagai bahasa yang saya prioritaskan.

Pertama-tama, kita tinggal di negara yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang sah dan resmi digunakan. Mau dari mana asal dan bahasa daerah kita, bahasa Indonesia jelas akan digunakan sebagai bahasa pemersatu kita dengan orang lain. Dalam dunia pendidikan pun, kegiatan belajar dan pembelajaran akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantarnya. Oleh karena itu, bahasa Indonesia sangat perlu diajarkan pertama kali kepada anak agar anak dapat masuk kedalam lingkungan masyarakat kita.

Untuk bahasa kedua yang akan saya ajarkan kepada anak adalah bahasa daerah. Alasanya tak lain agar bahasa daerah tetap lestari dan dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Selain itu, pada saat anak bermain dengan teman sebayanya nanti dapat berkomunikasi dengan baik. Keberadaan teman sebaya sendiri juga secara tidak langsung dapat meningkatkan kemampuan berbahasa daerah anak.

Untuk bahasa Inggris sendiri mengapa saya ajarkan terakhir karena bahasa Inggris sendiri dapat dipelajari di banyak media. Anak dapat belajar berbahasa Inggris dalam media konsol permainan, selama masih dalam pengawasan orang tua dan diatur waktunya secara sehat. Membacakan anak buku multilingual juga dapat membantu anak memahaminya. Proses pembelajaran di sekolah juga sangat membantu anak memahami bahasa Inggris.


Pada akhirnya, tidak ada bahasa yang tidak penting. Apa pun bahasa yang akan digunakan nantinya boleh-boleh saja digunakan asal disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang sedang berlangsung pada saat itu. Hanya saja perlu diingat agar tetap mengerti tata bahasa asli yang tepat.

Amiata Sekar Kusuma Anjani_S1 Pendidikan Teknik Bangunan_190521648881


Komentar

  1. Apa yang menjadi alasan kuat anda untuk memprioritaskan pengajaran bahasa daerah kepada anak daripada mengajarkan bahasa Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah bertanya.

      Pertama, dalam artikel saya, saya menuliskan bahasa Indonesia sebagai bahasa prioritas saya dalam mendidik anak. Jadi,perlu sedikit dikoreksi kembali pertanyaan anda.

      Namun, tetap akan saya jawab pertanyaan anda.

      Setelah bahasa Indonesia, mengapa bahasa daerah yang akan saya prioritaskan berikutnya? Karena dalam kehidupan sosial anak nantinya, anak akan sering berkomunikasi dengan anak lain sepantarannya. Tak jarang, sang anak sendiri akan dihadapkan situasi berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah. Oleh karena itu, tumbuh kembang anak yang dibangun dalam kehidupan sosial tersebut dapat terbentuk dengan baik.

      Hapus
  2. saya setuju dengan pernyataan anda bahwa semua bahasa boleh digunakan, dengan menyesuaikan situasi dan kondisi. karena menurut saya bahasa yang digunakan merupakan cerminan sikap kita terhadap orang lain, sehingga boleh-boleh saja menggunakan bahasa apa saja, asalkan mengerti akan situasi dan kondisi saat kita berbicara.

    BalasHapus
  3. Saya setuju dengan pernyataan anda tentang mengajarkan bahasa satu persatu kepada anak karena apabila anak diajarkan 3 bahasa secara langsung, dia akan kesulitan dalam berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Terima kasih

    BalasHapus
  4. Bagaimana anda mengatasi dari maraknya penggunaan bahasa gaul di kalangan masyarakat yang dapat mengganggu anak berbahasa indonesia atau berbahasa daerah dengan baik ?

    BalasHapus
  5. saya setuju dengan pernyataan anda bahwa semua bahasa sangat penting untuk dipelajari. apalagi pada perkembangan zaman saat ini yang kita tidak bisa menolaknya. mereka banyak menggunakan bahasa internasional yaitu bahasa inggris. maka mau tidak mau kita harus mempelajarinya. namun kita juga tidak boleh melupakan bahasa indonesia dan bahasa daerah yang merupakan jati diri kita.
    terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar